10 malam terakhir ramadhan dan lailatul qadar | Suri Raudhah

Wednesday, July 23, 2014

10 malam terakhir ramadhan dan lailatul qadar


سْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum..

Sekarang dah masuk fasa sepuluh malam terakhir..Tak ke korang rasa ramadhan kali ni berlalu dengan cepat..Secara jujur entah kenapa tahun ni aku rasa masa sangat-sangat cepat berjalan, sekarang dah ramadan,pastu syawal...pastu last sekali Zulhijjah..huhh..!Tanda-tanda penuaan sedang berlaku >.<

lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan

10 malam terakhir adalah masanya kita sama-sama marathon tingkatkan ibadah..Rasulullah saw sendiri sentiasa lebih bersemangat untuk melakukan ibadah di malam - malam akhir Ramadhan. Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah  saw:

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” 
(HR. Bukhari  dan Muslim

Terjadinya Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” 
(HR. Bukhari ) 

Allah swt merahsiakannya kerana sebagai ujian dalam mengetahui siapa hambanya yang bersungguh-sungguh untuk mencarinya. 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan isteri-isterinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan isteri-isterinya untuk beribadah.” 
(HR. Bukhari  dan Muslim)

Nah!.Bukankah itu romantik bilamana si suami kejutkan isterinya untuk beribadat sujud di hamparan sejadah bersama-sama mencari malam yang penuh rahsia Allah. Itu sungguh syahdu ok..:)

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang di malam hari melakukan solat malam, lalu ia membangunkan isterinya. Jika isterinya enggan, maka ia memercik air pada wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang wanita yang di malam hari melakukan solat malam lalu ia membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan, maka isterinya pun memercik air pada wajahnya.” (HR. Abu Daud)

(suwettt:)




Tanda-tanda Lailatul-Qadar

1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah sollahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang suria terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah sollahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar terang” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairah radliyallahu’anhu pernah berkata: Kami pernah berbincang tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah solallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”(HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang .
Sebagaimana sebuah hadit, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi syaitan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lazatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
source:www.cahayapurnama.com

*****
Sebenarnya agak malu nak post entri ni. Sejak akhir-akhir banyak benda yang berlaku..Stress tak payah cakap..Sedih,sayu dan sesal adakah tarbiyah yang diterima selama ini tak benar-benar meresap ke dalam hati.Kadangkala tertanya hipokritkah aku? Bila mana munajat yang dipanjatkan amat sukar untuk mata ini mengalirkan air mata..Kenapa amat sukar untuk istiqamah?

Penat..putus asa??

Mohon keampunanMu Ya Rabb..

:'(

No comments:

Post a Comment

What's your thoughts...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Layout by suriraudhah . 2011-2013© All Rights Reserved